Al-Allamah Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad, nama beliau sudah tidak asing lagi bagi kita, telah banyak kitab-kitab karya beliau seperti an-Nasaihud ad-Diniyah, ar-Risalah al-Muawanah, ad-Da’watu at-Tammah, dan masih banyak lagi yang lainnya. Beliau juga masyhur dengan gelar Shahiburratib, karena beliaulah yang menyusun kitab wirid atau dzikir Ratib al-Haddad yang lazim diamalkan hampir di seluruh belahan dunia.
Namun, apakah kita telah benar-benar mengenal sosok kepribadian beliau yang teramat mulia itu? Atau mendengar untaian mutiara tutur kata beliau yang penuh dengan hikmah itu? Atau membaca tentang thariqah yang beliau jalani?
Buku ini akan menjawab semua pertanyaan itu dan mengajak pembaca untuk mengenal lebih dekat bahkan sangat dekat dengan sosok beliau, al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad.
Tampilkan postingan dengan label Taman Buku Habaib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Taman Buku Habaib. Tampilkan semua postingan
Jumat, April 02, 2010
Rabu, Desember 30, 2009
Buku Baru: Mutiara Ahlu Bait dari Tanah Haram: Sebuah Biografi Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani
277 halaman
Di dalam membaca sejarah atau biografi orang-orang soleh akan menggugah jiwa kita untuk senantiasa meneladaninya. Dengan melihat kehidupan mereka yang penuh kebaikan dan ibadah akan meningkatkan semangat untuk cinta kebaikan dan ibadah seperti mereka.
Setidaknya itulah yang terkandung di sebalik penulisan biografi Prof Dr As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani, seorang muhaddis dan tokoh ulama sunni abad ini.
Tidak diragukan lagi, kehadiran beliau merupakan rahmat untuk umat ini. Beliau merupakan pewaris kekasih kita Nabi Muhammad saw dari sisi nasab mahupun keilmuan. Beliau telah berhasil mencetak generasi penerus dakwah Nabi Muhammad saw yang handal. Terbukti murid-murid beliau menyebar di penjuru dunia islam dengan memikul misi dakwah dan menyebarkan ilmu agama yang suci.
Sungguh jasa dan sumbangsih beliau terhadap Islam dan muslimin begitu besar dan teramat mulia.
Buku ini sendiri ditulis salah seorang murid beliau yang kini telah menjadi seorang ulama yang berpengaruh, Habib Sholeh bin Ahmad Al-Aydrus.
Buku ini terasa lebih nyaman untuk dibaca kerana juga dilengkapi beberapa foto-foto ekslusif yang berkaitan dengan beliau.
Beli di:
http://www.kiosislami.com/101,mutiara-ahlu-bait-dari-tanah-haram.html
Al-Maliki Ulama' Rabbani Abad Ke-21
RM35.00
Abnak Printing
Buku mengenai biografi Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki Al-Hasani.Abnak Printing
Beli di:
http://al-sunnah-bookstore.blogspot.com
Jumat, Oktober 16, 2009
Dua Pendidik Sejati
Habib Abdullah bin ‘Abdul Qadir bin Ahmad BalFaqih al-’Alawi adalah ulama yang masyhur alim dalam ilmu hadits. Beliau menggantikan ayahandanya Habib ‘Abdul Qadir bin Ahmad BalFaqih sebagai penerus mengasuh dan memimpin pesantren yang diasaskan ayahandanya tersebut pada 12 Rabiulawal 1364 / 12 Februari 1945 di Kota Malang, Jawa Timur.
Pesantren yang terkenal dengan nama Pondok Pesantren Darul Hadits al-Faqihiyyah Ahlus Sunnah wal Jamaah. Pesantren ini telah melahirkan ramai ulama yang kemudiannya bertebaran di segenap pelusuk Nusantara. Sebahagiannya telah menurut jejak langkah guru mereka dengan membuka pesantren-pesantren demi menyiarkan dakwah dan ilmu, antaranya ialah Habib Ahmad al-Habsyi (PP ar-Riyadh, Palembang), Habib Muhammad Ba’Abud (PP Darun Nasyi-in, Lawang), Kiyai Haji ‘Alawi Muhammad (PP at-Taroqy, Sampang, Madura) dan ramai lagi.
Bapak dan anak sama-sama ulama besar, sama-sama ahli hadits, sama-sama pendidik ulung dan bijak. Merekalah Habib Abdul Qadir dan Habib Abdullah. Masyarakat Malang dan sekitarnya mengenal dua tokoh ulama yang sama-sama kharismatik, sama-sama ahli hadits, sama-sama pendidik yang bijaksana.
Mereka adalah bapak dan anak: Habib Abdul Qadir Bilfagih dan Habib Abdullah bin Abdul Qadir Bilfagih. Begitu besar keinginan sang ayah untuk “mencetak” anaknya menjadi ulama besar dan ahli hadis – mewarisi ilmunya. Buku ini berusaha untuk menguak sedikit atsar dan biografi dari kedua tokoh tersebut.
Secangkir Hikmah
Kekuatan kata-kata mampu membangkitkan seseorang dari koma yang panjang, begitu kata orang bijak. Memang sebuah kata positif dapat memberikan secercah sinar terang di tengah kegelapan. Apalagi bila kata-kata itu terucap dari lisan ulama dan orang-orang shalih. Kata mutiara, hikmah, nasehat serta motivasi tersebut dapat membangkitkan semangat serta fikiran untuk giat dalam berbuat kebajikan.
Buku ini berisi kumpulan kata mutiara dan motivasi hikmah dari para Sahabat Nabi saw, auliya’, ulama, dan shalihin sebagai pedoman dalam kehidupan. Semua nasehat yang mereka ucapkan bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw.
Di dalam buku ini terdapat nasehat, antara lain: Sayyidina Abubakar Ash-Shidiq, Sayyidina Umar bin Khattab, Sayyidina Usman bin ‘Affan, Sayyidina Ali bin Abi Thalib, para Sahabat Nabi saw, para ahli hikmah, para tokoh-tokoh sufi, para salafunasshalihin, para imam madzhab, para tokoh Auliya’ Hadramaut dari kalangan Ba’alawi, diantaranya: Asy-Syeikh Abubakar bin Salim, Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad, Al-Habib Ali Al-Habsyi, Al-Habib Ahmad bin Hasan Al-Attas, dan masih banyak lagi. Hingga para tokoh Auliya’ Negeri ini, diantaranya: Al-Habib Abdullah bin Muhsin Al-Attas, Al-Habib Alwi bin Muhammad bin Thohir Al-Haddad, Al-Habib Abdul Qadir Bilfaqih, Al-Habib Shaleh Tanggul, dan masih banyak lagi. Serta kami tampilkan pula nasehat dari ulama zaman ini Al-Habib Umar bin Hafidz dari Tarim, Hadramaut, dan lain-lainnya.
Dalam kenyataannya, kata-kata hikmah tersebut diyakini dapat memberikan motivasi serta dampak psikologis yang mengarahkan seseorang kepada satu tujuan. Motivasi dapat membuat keadaan dalam diri individu muncul, terarah serta dapat membuat perilaku semakin berkualitas dan bermutu. Di dalam setiap perbuatan manusia, sudah pasti terdapat motivasi yang melatar belakanginya sebagai landasan kenapa perbuatan itu dilakukan. Dan motivasi yang positif akan mengarahkan seseorang menuju kesuksesan hidup di dunia dan di akhirat kelak.
Kenapa hanya Secangkir? Bukanlah ilmu, hikmah serta nasehat para Sahabat Nabi saw, para auliya’, ulama dan shalihin sangatlah luas dan bagaikan laut yang tak bertepi? Nah, justru itulah jawabannya... Buku ini hanyalah secangkir dari luasnya ilmu, hikmah dan nasehat mereka.
Buku ini lebih istimewa karena di dalamnya di selingi dengan foto-foto bersejarah yang ada kaitannya dengan kata-kata hikmah tersebut, di samping agar pembaca tidak cepat bosan, di tampilkannya foto-foto tersebut juga bertujuan agar kita tahu dan menambah kecintaan kita kepada para pewaris Nabi saw ini. Kutipan-kutipan hikmah dalam buku ini juga dapat dijadikan bahan referensi bagi para pengkhutbah, motivator, trainer maupun orang-orang yang ada kaitannya deng public relation.
Antara kata-kata hikmah yang terdapat dalam buku ini:
- "Cermin dan panutan umat Islam adalah Nabi Muhammad." (Imam Ghazali)
- "Semua para wali di angkat oleh Allah karena hatinya yang bersih, tidak sombong, tidak dengki dan selalu rendah diri." (Habib Abdullah bin Muhsin Al-Attas Keramat Empang, Bogor)
- “Guru yang paling bertakwa adalah Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasalam. Sebagaimana sabda Rasulullah: “Aku di didik oleh Tuhanku dengan sebaik-baiknya didikan.” (Habib Abdullah bin Muhsin Al-Attas Keramat Empang, Bogor)
Jumat, Agustus 28, 2009
Riwayat Hidup Para Wali & Shalihin
Habib Ahmad bin Zein Al-Habsyi
Cahaya Ilmu Publisher
Cahaya Ilmu Publisher
Sebahagian ulama mengatakan, para wali adalah kaum yang bila kita memandang mereka, kita akan teringat Allah SWT. Ini pula yang dialami oleh seorang yang juga mencapai taraf waliyullah, Al-Imam Al-Arif billah Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad, yang terakam dalam qasidahnya.
Dalam qasidah tersebut, Habib Abdullah Al-Haddad mengungkapkan kepiluan hatinya saat para waliyullah pergi meninggalkan dunia fana. Betapa tidak, para waliyullah itulah yang senantiasa menyemarakkan bumi dengan munajatnya kepada Sang Khaliq.
Mereka pula yang menerangi bumi saat kegelapan menyelimuti, dengan akhlaq dan sifat-sifat terpuji. Jika mereka tiada, bagaimana dengan manusia, yang semakin hari semakin terperosok ke lembah maksiat? Begitulah pula Habib Abdullah, yang saat itu mendapati umat Islam sudah jauh dari tariqah para salaf, yang teguh memegang ajaran Rasulullah SAW.
Ia memaparkan kegundahannya tersebut dengan cara menyebutkan sifat-sifat dan akhlaq mulia para kekasih Allah, yang kebanyakan berasal dari kalangan ahlul bayt tersebut. Kalimat-kalimat yang disusunnya begitu indah dan menyentuh hati.
Ini adalah buku pertama dari dua buku penjelasan qashidah Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad yang ditulis oleh muridnya sendiri, Habib Ahmad bin Zen Al-Habsyi. Sang murid memberinya judul Ainiyah, karena setiap bait qashidah diakhiri dengan huruf ‘ain.
Insya Allah, dengan membaca buku ini kita akan terdorong untuk meneladani kemuliaan akhlaq para waliyullah tersebut.
Beli di:
http://fajarilmubaru.com.my
Selasa, Juni 02, 2009
Habib Umar bin Hafidz - Singa Podium
Sosok Habib Umar bin Hafidz tidak bias dipisahkan dari keberadaan pondok pesantren Darul Mustafa yang didirikannya di Kota Tarim, Hadramaut, yang melahirkan da’i-da’i muda tersebar di penjuru dunia. Dalam buku ini kita diajak untuk mengenal lebih jauh tentang apa dan siapa Habib Umar bin Hafidz.Bagi para pecinta Habib umar, buku ini sudah seharusnya menjadi rujukan yang wajib untuk melengkapi koleksi bacaan di rumah. Karena, selain berisi biografi singkat beliau, dan beberapa petikan ceramah ketika berkunjung ke Indonesia, buku ini juga menjadi unik dan menarik karena di dalamnya dilengkapi118 foto ekslusif. Insya Allah dengan membacanya, anda akan medapata kesejukan da ketentraman hatidari mutiara-mutiara nasehat yang disampaikan oleh sang Habib.
Beli di:
http://fajarilmubaru.com.my
Senin, April 27, 2009
Minggu, Maret 15, 2009
17 Habaib Berpengaruh Di Indonesia
Isi Kandungan:
Pengertian Alawiyin
Mencintai Keluarga Nabi
Imam Ahmad al-Muhajir
Thriqah yang Damai
Asal-Usul Walisongo
Habib Husein bin Abubakar al-Aydrus, Luar Batang, Jakarta
Habib Ahmad bin Abdullah bin Thalib al-Attas, Pekalongan
Habib Abdullah bin Muhsin al-Attas, Empang, Bogor
Habib Muhammad bin Idrus al-Habsyi, Surabaya
Habib Muhammad bin Ahmad al-Muhdhor, Bondowoso
Habib Abubakar bin Muhammad Assegaf, Gresik
Habib Ali bin Abdurrahman al-Habsyi, Kwitang, Jakarta
Habib Alwi bin Muhammad bin Thohir al-Haddad, Bogor
Habib Husein bin Muhammad bin Thohir al-Haddad, Jombang
Habib Jakfar bin Syaikhan Assegaf, Pasuruan
Habib Ali bin Husein al-Attas, Jakarta
Habib Idrus bin Salim al-Jufri, Sulawesi Tengah
Habib Abdul Qadir bin Ahmad Bilfaqih, Darul Hadis, Malang
Habib Muhammad bin Husein al-Aydrus, Surabaya
Habib Salim bin Ahmad bin Jindan, Jakarta
Habib Sholeh bin Muhsin al-Hamid, Tanggul, Jember
Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani, Mekah, Saudi Arabia
Beli di:
http://fajarilmubaru.com.my
Langganan:
Postingan (Atom)








